Senin, 27 Februari 2012

makNAma : TA3 (harTA)

Sesuai kodrati manusia yang selalu diuji dengan 3TA yang harTA-tahTA-waniTA, maka TA ketiga aku simpulkan sebagai harTA, karena memang dari unsur TA ke3 ini bermuara kesukaan kaum wanita dan pria.

TA ke3 yang bermakna harTA sebut saja dengan simbol TA-3 yang kok mirip dibaca slank sebagai TAe' alias taek yaitu ya...tahi (boso Jowo). Mungkinkah ini kebetulan belaka kalau sejatinya harTA itu diasosiasikan sebagai taek alias tahi.....yang karena memang harta itu kalau dimakan seberapa banyak dan mewahnya hanya akan berujung-nasib menjadi taek atawa tahi belaka ?

Kaitan harTA (ta ke3) dengan unsur ta-1 (waniTA) dirujuk, karena dengan harta kaum pria bisa menawar HAR-ga wani-TA.
Sedangkan kaitan ke unsur ta-2 (tahTA) dirunut secara makNAma juga, karena HAR-TA bisa jadi HA-rapan bertah-TA, artinya orang bisa meraih tahta dengan bermodal harta, ini jamak terjadi di era demoCRAZY seperti akhir-akhir ini.

Lihat saja, kaum demokrator dari partai apapun pada sibuk kumpul duit buat kampanye plus nyuap rakyat beli suara dengan cara cari sponsor, nginjak BUMN, glenikan dengan sponsor politik untuk ngegolkan dirinya sewaktu akan nyakil (nyalonkan diri jadi wakil)....nah hutang harTA ini tentunya akan ditagih oleh para petaruh suara, sehingga setelah kepilih bisa bertahTA sebagai pejabat penyelenggara negara hutang harTA akan diupayakan dengan korupsi-kolusi agar lunas harta modal kampanye, sekaligus ngumpul-ngumpulkan lagi buat modal kampanye periode berikutnya.

Jadi teramat gamblanglah kalau instrumen sosial yang bernama demoCRAZY ini biangnya kerusakan pranata masarakat madani yang hanya akan menendang berkah langit dan menumpah laknat Alloh. Makanya USA dan Bangsa barbar Barat amat getol memolesnya dengan teori yang ndakik dengan seribu polesan alasan, bahwa demoCRAZY adalah kemodernitasan masarakat maju. Prakteknya dipaksakan bersama syarat investasi dan dibumbui dengan kebebasan hak asazi, serta teori-teori semu lain agar segera terekspor ke negara lain yang hendak diobok-oboknya.
Pasukan pelaksana lapangan aksi ekspor demokrasi bisa disusupkan ke jajaran birokrat atau LSM yang digelontori sponsor harTA yang banyak.

Jargon vox populi vox dei menjadi seperti ayat tuhan. Suara rakyat suara tuhan. Agar para rakyat berbondong-bondong mendukung dan hooh saja dibodohi dan dicekoki paham amburadul bernama demoCRAZY.

Kita Indonesia, wilayah kaya sumberdaya alam dan bangsa muslim terbesar sejagad bisa dikerjai, sehingga kerjanya hanya demo saban hari. Entah itu demo buruh nuntut upah, demo guru honor minta diangkat jadi PNS, demo lurah se nusantara, demo anarkis anti-anarkis, demo masak, demo-bemo, dan demo......ralisasi, demo...dalisasi berbagai sektor industri.

Saudara kita di Timur Tengah sebagai Islamic Spring telah dijelmakan sekarang sebagai Arab Spring yang mengusung demokratisasi wilayah Arab yang kaya minyak dan gas sebagai energi dunia, sehingga dibangkitkan kembali kesukuan dan war lord yang gampang diadu domba, ditingkahi tepuk tangan bangsa barbar Barat yang sembari cengengesan melihat dunia Arab kacau balau.

Harapan demokratisasi sudah teramat sangat jelas : bangsa pengamalnya gampang mudah diobok-obok dan nyatanya memang demikian, sehingga Arab dan Indonesia (dari Maroko sampai Meroke, sebagai simbol wilayah muslim) terserimpet ribet masalah sosial saja.....yang jadinya kapan dong mikirin teknologi atau budaya serta kemakmuran rakyat yang adil dan beradab.

Kalian tidaklah perlu heran kalau ternyata para hamba-hamba demoktasi dan cecunguk demokrator itu terdapat sejumlah nama-nama besar dan agung seperti : gusDur, SBY, Amien Rais dan bahkan manusia setengah-dewa idola saya Habibie. Merka adalah orang, lebih tepatnya para tokoh yang dengan ilmu Baratnya mungkin telah tercekoki atau lebih tepatnya lagi terlupai oleh ilmu sejumpil yang saya punya namun beliau gak sengaja lewati.

Padahal aku hanya mengupasnya lewat ilmu makNAma katakata demoCRAZY.......(berikut akan aku beber)

Senin, 13 Februari 2012

Masalah E'ek

Manusia semenjak dulu ribuuuuttt aja seperti sanggahan malaikat ke Tuhan, bahwa spesies berkaki dua ini hanya akan bunuh-bunuhan di muka bumi.
Semua hanya masalah sepele, yaitu berkisar masalah perut dan sekitarnya. Masalah HARTA (perut), rebutan TAHTA (pantat = pangkat alias kedudukan), saingan WANITA (sekitaran pantat dan bawah perut).

Sabda Nabi : nanti banyak pemimpin, kaisar, raja, presiden dan semacamnya hanya akan ribut ngurusin masalah perut dan sekitar perut. Mereka diuji urusan perut, bawah perut depan dan bawah perut belakang, pokoknya ya....sekitaran harTA-tahTA-waniTA alias 3TA. Banyak mereka terjungkal dari singgasana tampuk pimpinan hanya karena gak lulus uji 3TA tadi.

Sejak awalnyapun, manusia Adam terjungkal dari singgasana surga disebab oleh godaan waniTA si SitiHawa (menjelma jadi HAWA nafsu). Awal manusia hidup di dunia juga ditandai juga oleh pembunuhan Habil oleh Qabil, karena rebutan pasangan waniTA Iqlima. Berlanjut ke masa raja-raja yang riuh-rendah menngerakkan bala rakyatnya untuk tawuran antar benua berebut kekuasaan tahTA. Di era munusia modern ujian 3TA berlanjut ditandai dengan maraknya paham kolonialis-imperialis-liberalis yang siap mengobok-obok dunia. Penjajahan dan penjarahan bergeser ke masalah harTA. Ingat Perang Dunia yang lalu bangsa barbar Barat saling berekspansi ke Timur membawa syahwat menjajah daerah dan menjarah rempah (suatu komoditas harTA).

Bangsa Barat menemukan metode pengobatan yang tidak lagi percaya magis tabib, namun ke medis yang farmasif, sehingga rempah sebagai bahan obat menjadi komoditas andalan. Di samping itu rempah juga mampu menumpah rasa mewah masakan guna mamuaskan urusan perut.
Perang dunia mendatang sepertinya dipicu oleh masalah keharTAan, yaitu komoditas energi : minyak, batubara, tambang, mineral dll.

Jadi sudah jamaknya keributan dunia yang lalu dipicu oleh komoditas rempah (Essence), sedangkan mendatang dipacu oleh rebutan energi (Energy).
Jadi pemicu kehebohan dunia itu sepele yang terkait dengan 3TA, yaitu 3ssence dan 3nergy, disingkat E & E atau dibaca E' ek.

Gak salah Orang Jowo bilang e'ek itu yang kuning-kuning yang disetor ke wc tiap pagi. Jadi kalau para pimpinan dunia pada heboh ngurusin masalah politik, perang, dsb itu sebetulnya hanyalah ngurusin masalah e'ek saja. USA ngrampok Afganistan dan njarah Iraq karena minyak dan gasbumi itu masalah harTA yang ujung-ujungnya kalau dimakan masuk perut dan keluar jadi e'ek saja. Israel yang memanfaatkan bangsa Somalia ngrompak lautan bertanker-tangker kapal, berpuluh perahu minta tebusan harTA, juga hanya masalah e'ek.

Padahal Tuhan setiap pagi mengajarkan kita dengan kalam alamiahnya, bahwa manusia harus ingat apa yang diupayakan siang-malam jumpalitan dan dimakan akhirnya hanya akan dibuang berupa e'ek. Bahkan barang siapa yang berniat menimbun apapun yang diupayakan dengan darah dan airmata, terus dengan rakus memakannya, makan akan sakit perut, yang bisa jadi muntahmuntah alias dikembalikan lewat mana dia memakannya tapi sudah berupa kotoran jijik huekkk.........

Petiklah pelajaran amat berharga dari Pasal E'ek ini.
SATU : apakah engkau rela menipu, manipulasi, ngrampas paksa, glenikan di lapangan golf nglobi dan ngopi untuk proyek KKN, bahkan nglembur kerja lupa sholat, lupa ibadah lupa daratan lupa waktu dan sampai lupa ingatan sampai larut malam hanya ngejar harTA untuk dimakan masuk perut yang setiap pagi hanya dibuang berupa e'ek.
DUA : bahwa pelajaran e'ek itu mengandung nilai tibgkat keIKHLASan yang mahatinggi. Apapun yang kalian makan, dan seberapa mewah dan mahalnya makanan yang kalian makan tentunya kalian pasti ikhlas ngebuangnya di waktu bangun tidur pagipagi. Bahkan bagi siap jua yang gak ikhlas ngebuang di wc, hanya mentang-mentang makanan yang masuk sejenis makanan raja nan mewah terus gak ikhlas dikeluarin, maka baginya akan sakit perutnya.

Oleh sebab itu, maka ya sewajarnyalah cari harTA dengan cara yang wajar pula. HarTA yang didapat ya sewajarnya dinikmati, tapi ya...ikhlaskanlah dikeluarkan zakat-sedekahnya. Jadi prinsip e'ek adalah makan masuk sewajarnya secukupnya, keluarin dengan ikhlas berupa zakaat-sedekah.

Minggu, 22 Januari 2012

FDW

Sambutan OrangTua $iswa


Memaknai FESTIVAL DwiWARNA

Sebagai bentuk aktivitas positif di samping kegiatan utama siswa yang belajar mengasah dan mengisi ilmu (pengayaan sisi IQ), maka aktivitas sosial berorganisasi merupakan kegiatan merasakan dan menambah pengalaman (penguatan sisi EQ).

Festival !!!
Makna festival bisa didapat dari kamus atau google, namun dapat juga ditelusur melalui mesin-waktu.
Mari kita masuk lorong waktu dan terbang ke ratusan tahun yang lalu. Di Harbin China terdapat festival es, di Thailand ditemui festival air, dan bahkan di Rio de Janeiro, Brazil ada festival tahunan yang dahsyat yang mengumbar spirit kebebasan mutlak. Pada hari festival tersebut hampir semuanya warga mengumbar sukacita semaunya, bahkan ada yang bertelanjang ikut pawai arak-arakan sepanjang jalan utama.

Pesawat waktu berjalan menuju ribuan tahun lampau, dan kita bisa saksikan adanya suku primitif yang hanya bercawat saja berhuraria menari menyambut masa panen....pada musim semi sedemikian juga, mereka berpesta dan berfestival sebagai ujud rasa terimakasih ke alam atas nikmat panen.

Masih dengan pesawat waktu, kita terbang lebih jauh lagi ke masa milyaran tahun lalu. Argo pesawat menunjuk pada posisi 4 milyaran tahunan lampau.
Kita terpana, bahwa festival tidak atau belum ada. Gimana maau ada festival ......... lha wong yang ada hanya bumi perawan, belum ada apa-apa dan siapa-siapa, bahkan makhluk renik sel tunggal juga belum mulai berevolusi.

Kehidupan belum ada, maka tidak ada festival. Jadi LIFE is FESTIVAL, begitulah kirakira orang memaknai sebuah festival.

Begitulah pula kirakira festival DwiWARNA. Namun semestinyalah tidak semata unsur hurarianya yang ditekankan, karena memang festival-festival dunia lainnya hanya mengandung makna pesta dan sebagai ujud rasa terimakasih ke semesta dan berkonotasi ke masa lampau, maka alangkah bagusnya apabila DWIWARNA mengadakan pesta yang mengingatkan rasa tanggungjawab ke depan ke generasi berikutnya atas rapuhnya semesta apabila tidak ada yang peduli atas kelestariannya maka selayaknyalah sebuah festival yang hendak diwarnai dan DWIWARNA lestarikan adalah pesta tanggungjawab kepada masadepan, dan sudah tepat apabila kegiatan ini diimbangi dengan acara tanam pohon (P-hospate O-xygen H2O N-itrogen).

Ujud rasa tanggungjawab yang akan diwariskan ke masadepan, juga tampak atas kesadaran kita pada AuditSAMPAH.
Coba lihat sampah anda seharihari dan mari kita audit bersama. Jika ditemukan sebuah karet gelang, tas plastik ataupun sisa shampoo di botol walaupun beberapa tetes milimeter, itu artinya kesadaran lingkungan kita masih rendah. Bayangkan berapa getah karet dideras petani dari hutan karet, berapa kelapa sawit diunduh dari pohon, dan berapa kulit batang pinus ditebang untuk memproduksi kertas, shampoo, karet dan sebagainya, belum lagi berapa pabrik menyerap batubara dan minyak bumi agar beroperasi menghasilkan produk kimiawi untuk kebutuhan hidup kita, mulai dari shampoo, pastagigi, sabun, kertas, karet, klip, bahkan ic circuit laptop atau ipad anda, semua diambil dan diolah dari alam, oleh sebab itu memperpanjang guna benda produk manusia dari alam untuk tidak segera masuk tong sampah adalah kepedulian kita terhadap alam tersendiri. Ini juga harus dilestarikan ke dalam jiwa sanubari insan DwiWarna yang tersadarkan via Festivalnya. Jadi sampah insan DW sudah semestinya berisi benda-banda yang siapapun sudah tidak mampu menggunakannya alias sudah purna guna. Sampah yang berisi benda yang sudah sangat purna gunapun tidak mesti sembarang buang, masih dibutuhkan pengelompokan jenis bio atau kimiawi bahaya terhadap lingkungan. Demikian seterusnya dan seterusnya....budaya cinta lingkungan yang memperbanyak pohon sebagai penyangga kehidupan, cinta hutan dan upaya memperlama usia guna suatu produk merupakan langkah positif yang pantas diberi kredit lingkungan dan masa depan.

Mampukah spirit tersebut menggelegak via Festival DwiWARNA ?
Sudah seharusnya dan wajib, kalau tidak ya...akan mubazir segala dana dan daya upaya yang telah sama-sama dijalani. Kemubaziran adalah sebuah bentuk sampah yang semestinya masih bisa diupayakan nilai gunanya. Sabda Nabi mubazir itu kegemaran syetan, karena kemubaziran itu merusak alam, tetes-tetes sabun, air bocor, kertas bekas dibuangi tanpa diseleksi dan sebagainya akan secara cepat menggunung jadi sampah kemubaziran yang jorok menjadi srang syetan. Steve Job sang perfeksionis desain, sangat getol atas kesederhaan produknya (iPod, iPad, iPhone), dia juga gemar taman kebun ala Zen Jepang yang amat sederhana namun penuh magis pesona kedamaian. Kalau anda berkunjung ke rumahnya, maka akan kaget karena sangat minim perabotan yang nekoneko. Spirit minimalis namun penuh fungsionalis. Sejajar dengan moto manufaktur Jepang dengan 5 S yang ditranslasi ke Indonesia sebagai semangat 5 R (Rapi, Ringkas, Rawat, Resik, Ramah). Suasana 5S Jepang mampu menjadikan negara ini kampiun industri otomotif dan elektronika, maka kita adopsi sebsgai Semangat 5R di lingkungan Kampus DwiWARNA agar kita kampiun dunia pendidikan dan pengajaran tingkat dunia.

DWI WARNA?

DWI

Dwi berarti dua atau biner.
Kita masih naik pesawat waktu....dan mari kita pacu lebih cepat lagi menuju ke sebelum 13 Milayran tahun ke belakang. Ternyata alam semesta berada pada stadium kemanunggalan yang harmonis, yang disebut SINgULARITY....Kurang lebih yang MAHA TUNGGAL Tuhan penguasa Semesta.
Dengan titahNya : ......kun fayakun...semacam big BANG awal semesta maka keMAHA TUNGGALan meretas menjadi keFANAan yang biner atau dwi alias dua yang imbang, terciptalah : siang -malam, laki-perempuan, atas-bawah, dulu-besuk, kuantitas-kualitas, internal-eksternal..dst.
Jadi DWI berarti sifat biner alamiah yang seimbang, maka seimbangkanlah segalamu di DwiWarna ini. Pintarkanlah Otakmu dan juga Kuatkanlah ototmu, tegarkanlah jiwamu seiring sehatkanlah ragamu...kamu harus pandai dengan IQ tinggi, juga semangat hebat sebesar EQmu, lahir-batin, jiwa-raga, Iq-Eq semuanya seimbang sebagai tafsir atas DWI.....karena nantinya di dunia kerja kamu akan dihadapkan kepada realita profesionalisme yang bersifat DWI : Spesialis dan Generalis. Bagi anda yang bakat di IQ tinggi maka dunia spesialis memanti anda, namun bagi yang bakat sosialisasi organisasi dengan EQ hebat, maka anda kemungkinan akan cocok di jalur Generalis menejerial.
Maka sudah benar langkah pengkelasan di Boarding DwiWARNA ini sebagai pencetak insan pintar IQ tinggi dan penelor insan cerdas sosial dengan EQ hebat sebagai human character building dan intellectual capital building.
Kelas I diOrientasikan kepada pemantapan IMAN sebagai ujud SQ - Spiritual Quotient insan muda DW.
Kelas II berOrganisasi OSIS, MPK, kepanitiaan FDW, dst sebagai ujud EQ - Penegakkan kekuatan 3motion Quotion insan madya DW.
Kelas III hendaknya FOKUS kepada hal yang sejati sebagai seorang siswa, yaitu ketajaman IQ - Sebagai bekal intelektual nanti ke jenjang didik di perguruan tinggi.
Aktivitas belajar-mengajar adalah wahana IQ blow up, sedangkan ekstra kurikula organisasi sebagai social EQ blast, seperti kegiatan FDW ini sebagai salah-satu contoh positifnya.
Adalah internal - eksternal yang seimbang sebagai sifat dwi-biner yang wajib diperhatikan di kampus ini.
Segenap insan DW harus siap berkompetisi secara internal, yaitu berlomba mengejar prestasi saling kebut di antara anda semua sesama warga DW (individual competition).
Di samping itu ananda juga harus mempersiapkan diri pada ajang kompetisi eksternal (collective competition) yang akan menjunjung nama besar DwiWARNA dibanding lembaga didik lainnya, ananda bersama bertangungjawab menunjukkan keunggulan kolektif.

WARNA

Last but not least.....makna WARNA dalam kontek Festival Dwi WARNA.
Tiada hal lain memaknai WARNA dalam kontek di festival dwiWARNA adalah : .....hai anak-anak DwiWARNA, keruklah ilmu dan teguklah aktivitas positifmu di sini, sehingga kelak menjadi insan-insan dwiWARNA yang jadi WAR-ga dunia yang bergu-NA, sehingga kamu mampu me-WAR-iskan hal yang bermak-NA.

Salam DwiWARNA.....selamat berFESTIVAL sebuah inFESTasI VitAL masa depan.

Sabtu, 21 Januari 2012

KOPI

Terus terang aku usul agar kita ngebedain KOPI dengan KOFI.
Guru Bahasa Indonesia dulu ngajarin untuk "nggebyah uyah" antara "kopi" dengan "kofi", semuanya harus KOPI, tidak boleh ada KOFI, karena "f" tidak dikenal dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Aku inginnya Bahasa Indonesia sudah harus mengglobal (bukannya menggombal) : masak nggak boleh pakai "f" sih, haram hukumnya dipakai dalam Bahasa Indonesia, alasan klasiknya Bahasa Indonesia itu terbentuk dari akulturasi bahasa Nusantara, mulai Sumatra, Jawa, Papua dll.
"Fikir" yang diadopsi dari Arab "fikr" harus rela diIndonesiakan menjadi "pikir", karena katanya kan di nusantara (Jawa) ada huruf "honocoroko" yang mana ada huruf "po" yang mampu menggantikan "fa"-nya huruf Arab. Itulah kurang-lebih juntrungnya.
Note : kalo gitu nama saya bukan Hanan AriFin, tapi Hanan AriPin dong, kalo mau jadi Indonesia.

Baiklah aku pelopori pembedaan antara KOPI dengan KOFI menurut logika bahasa, agar Bahasa Indonesia bukan saja baik dan benar, tetapi benar-benar "baik" dan benar-benar "benar".
KOPI itu hanya untuk istilah : "...tolong dokumen ini diKOPI rangkap 3...!!!", di sini sebaiknya digunakan kata KOPI, karena memang asal-muasalnya dari ....'copy' yang berarti menduplikasi.
Nah kalau KOFI itu untuk sejenis minuman kesukaan saya, apalagi yang dari luwak...wach, nikmat dunia-akhirat rasanya.

Juntrung?
Minuman "kofi" berasal dari penggembala Ethiopia yang heran kok kambing dombanya girang-gairah setelah makan semacam bijibijian 'aneh'.
Mungkin si dia juga ingin "menggairahkan diri" dengan isteri (bukan dengan kambingnya lho) setibanya di rumah, maka dicicipinya biji 'aneh' yang ditemukan kambingnya (ingat : bukan biji kambingnya ya !!!!). Terus terang saja rasanya pahit bin sepet-sepet.....namun dasar si gembala tadi kebelet pengin gairah, maka dicari cara menikmati biji gairah tadi....diupayakan dibakar, ditumbuk, dilarut air dan dimacemmacemin, sehingga jadi sejenis minuman penggairah....hasilnya lumayan sich....
Mungkin kalau waktu itu sudah ada hak paten, maka si gembala akan menikmati royalti paten bejibun sampai sekarang, karena industri minuman biji ini sudah mengglobal dengan berbagai "brand" seperti : Starbuck, KapalApi, Torabika, ABC, dll.

Daerah penghasil biji penggairah yang ajaib tersebut konon bernama Qahhwa.
Ada syeh dari Turki yang dijamu para ningrat Ethiopia dengan minuman biji ini, maka timbullah gairah ibadah di malam-malam harinya, karena sebagai penggiat tarekat layak bertirakat di waktu malam.....ngantuk menjadi hilang menjauh berkat minuman ajaib ini.
Maka menjadi tenarlah minuman biji ajaib ini di kalangan para raja (umarro) dan para syeh (ulama).

Entah mana yang lebih dahulu melekat sebagai nama biji ajaib ini : KOFI yang berasal dari nama daerah gembalaan si Ethiopia atau karena bermuara dari al Qohwa (Arab : kuat), karena efek aromanya menjadi penguat dzikir para petirakat tarekat di malam-malam ibadahnya.

Zaman penjajahan kolonialisme dan imperialisme, maka bangsa bar-bar BARat berebut komoditas biji ajaib ini dan dikenalkanlah sebagai peneman di bar-bar, kedai-kedai minum mereka sembari berdansa mabuk-mabukan bersama penari telanjang. Mungkin karena ini para penganut taat Katholik atau Kristiani Advent melarang minum biji ajaib ini...atau mungkin pula agar para sufi muslim tidak sempat menikmati kekayaan karena komoditas biji ajaib ini menjadi berkembang.

Nggak salah kalau kedai-kedai minum atau bar-bar kaum BARat dikenal istilah CAFE dan juga minuman biji ajaib disebutnya COFFEE....yang diInnodesiakan sebagai KOPI (harusnya KOFI).

Jadi beda betul antara KOPI dengan KOFI menurut juntrung logika. Nah kalau hanya atas dasar "honocoroko" terus kita manut untuk menggebyah-uyah antara kopi dengan kofi menjadi KOPI saja, maka rasanya tentu jadi nggak enak.
Mau minum kok disodori lembaran fotoKOPI,....nah pas mau menduplikat dokumen salah-salah ketumpahan segelas KOFI dong jadinya.

Konon jaringan-jaringan kedai kofi pula yang mampu menggalang jamaah syiah, sehingga Sang Imam Khomeini mampu menyelaraskan ideologi spiritualnya sampai mampu mendongkel Syah Iran yang tiran dibantu USA, ....sehingga pula jaringan kedai kofi ...Coffee (CO - FE) = COmmunity of FacEbook....sebuah jaringan yang menobrak-abrik dunia Arab atas nama Arab Spring seperti akhir-akhir ini.

Kamis, 12 Januari 2012

B.U.I.H

Sewaktu mudik lebaran kami menjajal tol gratis dari Semarang ke Ungaran. Di kanan-kiri jalan berbukit kami saksikan pemandangan perkampungan yang amat padat penduduk. Kami yakin bahwa mayoritas di kampung kumuh tersebut dihuni oleh kaum muslim, sebabnya banyak kusaksikan bangunan-bangunan mesjid, surau ataupun mushola. Potret seperti ini sudah bercerita banyak :y  a. kampung kumuh sebagai refleksi kaum terpinggirkan, termarginalisasi dari budaya metro-kota, terselip nyempil sekenanya di antara gedung, rumah-megah, ataupun vila yang sangat boleh jadi milik kaum non-muslim b. bertebarannya mesjid,mushola,surau kecil-kecil seperti gambaran kurang ukhuwahnya umat ataupun mungkin salah tafsir atas ibadah muamalah yang termarginalkan di hadapan ibadah minalloh seperti haji ataupun membangun masjid c. kampung identik dengan rumah-rumah petak kecil berdempetan menandakan populasi manusia yang kberkembangbiak tanpa kontrol (over populated) Kondisi tersebut sepertinya juga sudah diramalkan Baginda Rosul sejak berabad lampau, ketika menggambarkan kondisi umatnya di akhir zaman. Salah seorang sahabat bertanya : ya..Rosul apakah umatmu sedikit jumlahnya ? Bukan,....bahkan umatku teramat banyak populasinya, namun teramat minim kekuatannya...ibarat BUIH. Remeh-temeh bin rapuh, tertiup angin ke manapun angin suka, tiada daya. Coba renungkan sabda Baginda Rosul tersebut, kunci apa penyebab gagalnya umat Islam di akhir zaman sekarang ini sehingga digambarkannya sebagai BUIH.? Clue-nya sebagai rahasia jawaban ada di kata BUIH = B-udaya U-mat I-slam H-ilang. Seperti juga disabdakan Baginda : Islam datang sebagai keterasingan, dan akan hilang dengan keterasingan (termarginalkan) juga. Padahal Sabda tersebut mengandung beberapa "padahal". Padahal-1 : berbagai ilmu dasar turun di bumi Arab (baca : Islam) seperti al-jabar, al-kimia, astronomi, kedokteran ibnu Sina, dll Padahal-2 : hampir seluruh sumberdaya alam ditumbuhkan di bumi muslim (kebun, hutan) - Indonesia, (minyakbumi, gas) - Arab TimurTengah Padahal-3 : umat Islamlah yang diwarisi kitab suci alQuran, satu-satunya kitab yang benar-benar paling suci terhadap kesalahan, kontradiksi, perubahan jumlah huruf, keakuratan cara-baca, dan satu-satunya hal yang dapat dihafal oleh siapapun juga di dunia ini dan masih banyak padahal-padahal lainnya yang memerlukan kontemplasi kita atas keterpurukan Islam di akhir zaman ini. Kalau modal ilmu, akal, dan sumberdaya alam yang berlimpah tetap tidak mampu menjadikan umat Islam sebagai khalifah fil ardh yang mendatangkan kondisii negeri baldatun thoyibatun warrobun ghafur, maka rahasia jawabnya ada di dialog azali antara Alloh dan malaikat yang intinya keberatan malaikat atas ide Alloh yang akan mencipta makhluk baru bernama manusia yang nantinya berkembangbiak beranakpinak tak terkontrol yang akhirnya hanya akan berperang bunuhbunuhan menumpah darah di muka bumi. Jumlah penduduk atawa populasi manusia yang overpopulated inilah penyebab segala masalah di akhir zaman, sehinga masarakat madani yang suburmakmur tak kan segera terujud. Hal yang akan menjelmakan kondisi umat Islam menjadi semacam BUIH kata nabi', yang banyak kuantitas namun sedikit kualitas, sehingga B udaya U mat I slam H ilang (BUIH). Para kolonialis, imperialis', dan orientalispun paham titik lemah ini, sehingga ditaburlah benih virus rusak ini di alam pikiran para kyai, ustad dan panutan umat lewat pemelintiran ayat-ayat : a. semua makhluk ada rezeki masing-masing b. banyak anak, banyak rezeki c. jangan takut miskin, karena banyak anak d. nabi menyukai umat yang banyak keturunannya dll.dll. Kedangkalan tafsir paham di atas sering kita jumpai di pesantren-pesantren dan kampung-kampung sehingga pelemahan umat semakin cepat memBUIH. Baginda menyruh cari ilmu ke negeri China. Apakah keberhasilan China dekade belakangan ini karena tegaknya hukum, atau bersihnya korupsi kolusi, atau suksesnya pendidikan ???? Aku jamin bukan karena itu semua. Justru yang mendasar adalah kesadaran China mengontrol populasi dengan prinsip 1C-1C, yaitu One China - One Child. Hanya satu China : maka tak boleh ada Taiwan merdeka, HongKongpun ditagih kembali dari Inggris dan Makau dari Portugis. ONLY ONE child : karena berjubelnya penduduk bermata sipit berkulit kuning ini, maka kontrol populasi adalah mutlak, satu keluarga hanya boleh satu anak, sehingga mesin karya 2 tak (bapak-ibu) hanya dibebani satu beban anak, sehingga daya lompatnya hebat (bayangkan format Indonesia cermin muslim terpadat di jagat, yang satu keluarga ratarata tiga atau empat anak, mesin karya hanya satu, yaitu ayah : sementara beban gotong empat seorang isteri dan tiga anak, maka jangankan melompat, bahkan untuk berjalanpun tertatihtatih). Tegasnya ZhuRong Ji terhadap kaoruptor, serta konsentrasi pendidikan tingkat politeknik (bukan sarjana), hanyalah penyempurna sukses China. Taruhlah China sukses di bidang pendidikan dan berhasil menegakkan hukum dalam pembersihan korupsi, namun tanpa sukses mengontrol populasi, saya yakin hasilnya hanyalah sebuah NOL besar.

Rabu, 16 November 2011

11-11-11

11 atau sebelas sebagai kode-langit telah diketahui berlalu.
Banyak cara melewatkan momen tanggal berkode langit - 11.  Ada yang 'maksa' sesar agar anaknya lahir di tanggal istimewa tersebut.  Kebanyakan sih pada maksain persiapan 'ngenthu' di hari 11-11-11 itu.

Yang jelas SEA GAMES - 26 juga ikutan dipas-paskan dimulai pada tanggal 11-11-11.
Lokalisasi 'venue' juga mengait dengan angka 1 dan 1 (11), yaitu 1 Palembang dan 1 Jakarta.

Bangsa dengan umat  muslim di dunia juga menandakan 11-11-11 dalam ibadat hajinya dengan sinyal, kedatangan kloter terawal juga dimulai pada 11-11-11 tersebut.  Ibadat Haji terkait dengan Surah al Hajj, yaitu surah ke-22 dalam alQuran (22 = 2x11).

Bulan-11 ini juga teramat istimewa bagi umat Islam, khususnya Indonesia, yang mana umat muslimnya terpadat sejagad.

Tanda-tanda ikat-kuat Islam dan Indonesia adalah :
a. hanya di Indonesia nama agama (ISLAM) merupakan singkatan nama sholat (I-sya, S-ubuh, L-uhur, A-shar, M-aghrib), hal ini tak akan pernah ditemui di kawasan muslim lainnya di dunia, baik di Iran, Maroko, Mesir, dan bahkan Arab Saudi sekalipun
b. hanya dalam Bahasa Indonesia jugalah Rukun Islam berupa ZAKAT FITRAH berkaitan dengan kode langit - 11, alias 11 huruf (Z A K A T F I T R A H), juga orientasi ibadatnya F A K I R M I S K I N (11 Huruf) juga.

Mau lebih 'ngeh' ?
Indonesia merdeka di tanggal 17 suatu angka jumlah rokaat sholat umat Islam.
Proklamasi dikumandangkan di Juma'at pagi, hari suci umat Islam.  Pada pukul 10:00 waktu ijabah dhuha.
Bulan Proklamasi juga bertepatan dengan Bulan Suci muslim : Ramadhan.
Bangsa Indonesia sakti dengan Pancasilanya (Panca = penta = lima) suatu jumlah ibadah sholat Islam sehari-harinya.  Rukun Islampun lima juga jumlahnya.

Nah, ada apa II-II-II kaitannya dengan I dan I.  I-slam dan I-ndonesia ?
Di Bulan - 11 (neovember) ini kita Umat Indonesia memperingati Hari PAHLAWAN.  Bangsa Islam juga sedang hajatan HAJI.

Sebaiknya antara HAJI dan PAHLAWAN itu berkaitan bagi Bangsa Indonesia yang muslim.

Ikon PAHLAWAN bagi Bangsa Indonesia tertuju pada Bung TOMO.  Nah, BungTOMO merupakan satu-satunya jemaah HAJI yang wafat di tanah-suci yang jasadnya TIDAK dikubur di makam Mila, Arab, namun dengan segala-cara sehingga mampu di'kembali'kan ke bumi-pertiwi Indonesia.  Jadi antara HAJI dan PAHLAWAN bagi umat muslim Indonesia ternyata terkait-erat.

Dalam Bahasa Indonesia : PAHLAWAN itu jelmaan dari bersumPAH meLAWAN.  Karena pada zaman penjajahan, banyak sekali para tokoh masyarakat yang melawan para imperialis-kolonialis-liberalis dengan bersumpah, sehingga disebut bersumPAH meLAWAN, sehingga sewaktu gugur disebut PAHLAWAN.

Terkait dengan HAJI yang erat-terkait dengan kePAHLAWANan dirunut dari maknama kata PAHLAWAN dari PAHaLA-wan, artinya orang yang luber dengan PAHALA, sehingga disebut pahala-wan disingkat PAHLAWAN.

Kalian abai nggak, kalau gelar 'H' untuk para 'mabrurer' HAJI disematkan di depan nama seseorang itu juga 'hanya' terjadi dan adanya di Indonesia saja.  Contoh H. Susilo Bambang Yudhoyono, Haji Soeharto, dll.
Bahkan gelaran 'haji' ini tidak lazim dan tidak ditemukan di Negeri Arab Saudi sono.

Mungkin hal ini ada terkait, karena gelar-H diawal nama bagi bangsa Indonesia bisa berarti ganda, misalkan H. Ahmad Dahlan (H berarti HAJI alias pahala-wan), sementara H. Yos Sudarso mungkin diartikan HERO alias pahlawan.

Catatan ;
Rangkaian ibadah HAJI dalam nuansa Idhul ADHA adalah berKURBAN.
Di sini maknama KURBAN tidak identik dengan KORBAN, karena KURBAN dari diuKUR sebagai BANtuan, sementara KORBAN bermaknama teKORnya BANyak, misal KORBAN tabrak lari, sudah ditabrak, terus ditinggal lari, maka teKORnya bertambah BANnyak, kita menyebutnya KORBAN.
Kalau KURBAN itu diuKUR sebagai BANtuan, karena daging kurban itu diberi-berikan kepada para fakir, sehingga pada hari raya Idul Adha mampu makan enak karena mendapat BANtuan daging sebagai lauk-pauk dan gizi,

Maknama HAJI seharusnya berlaku melekat kepada para 'mabrurer' sebagai HA-srat JI-had, yaitu berhijrah dari keburukan- melawan kejahatan, menuju jiwa yang 'hanif' atau HA-nif JI-wa (disingkatHA-JI).




Sabtu, 05 November 2011

InspiraJOBs (level ajaran).

Artikelku yang lalu ngobrolin SteveJOBs dengan kode langit - 11nya.

Lahir Tahun-55, wafat Tahun-11, sehingga usia 56 Tahun. Aura 11 menyelimut.
Tahun-77 atau pas usia 22 hun, dia meluncurkan Apple seri II. Aura 11 ngikut juga.

Menilik rute DNAnya dari ayah muslim Abdulfattah, .bu Kristiani Joanne, kemudian diadopsi pak Paul & Clara Jobs di lingkungan Yahudi. Dia sendiri pernah mengikuti rekannya melalang ke India berguru Budha yang dianutnya.

Nuansa Islam-KristenYahudi-Budha dalam perjalanan hidupnya seolah DNAnya menempuh rute tahapan maqam-maqam atau level-level ajaran Islam yang : syariah - tarikah - makrifah dan hikmah.
...
Nuansa Islam identik dengan saint pengetahuan, karena kenthal dengan tokoh-tokoh Avisena, Abu Mahsen, Ibn Haitham, al jabar, al kimia, astrologi, dll.

Nuansa KristianiYahudi identik dengan perkembangan teknologi, yang dimulai dengan zaman renaisans dan menggelegaknya aneka percobaan ilmiah, marie currie, albert einstein, teleskop hubble, dll yang hampir kemunculan eksperimen teknologi menjadi awal sebuah industri.

Dewasa ini merupakan abad paska-teknologi yang dikemas dalam sebuah budaya industri dan sepertinya nuansa Budhis amat kenthal dengan bangkitnya negeri-negeri Jepang, Korea dan China - India, sebagai penguasa industri.

saint/pengetahuan menuju terbangkitkannya teknologi yang berujung di industri amat runut dengan tingkatan : syariah - tarikah - makrifah/hikmah.

Ilmu syariah ibarat saint / pengetahuannya agama.
Ilmu tarikah ibarat teknologinya agama.
Ilmu makrifah/hikmah mirip sebagai industrinya agama, karena mampu mendatangkan benefit keuntungan berkah syafaat bagi diri maupun umat lainnya. Contoh para rasul nabi dan waliulloh.

Ahli syar"i sangat fasih dan faham hukum teorinya agama, sedang para ahli tarekah sangat intens akan laku-ngelmu, sesuai tembang pucung, bahwa ilmu iku kelakone nganggo laku, tanpa laku lelakon maka syara" hanya jadi teori saja.

Ustad lulusan al Azhar mungkin dikategorikan ahli syara". mBah Marijan mungkin (barangkali) termasuk ahli tarekah, yang walau bisanya fatihah ama kulhu, namun laku lelakon tirakat puasa senin-kemis dan tahajudnya sangat intens dilakoninya.

Jadi mBah Marijan itu sainta pengetahuan agamanya cethek, namun dia pengalaman teknologi agamanya dilakoni secara tekun, hasilnya mungkin jauh lebih sakti dan ngelmunya lebih berisi daripada sarjana al Azhar.

Jadi kalau ada gangguan santet, maka sang ustad al Azhar tidak mumpuni menanganinya, namun para pengamal tqrekah teknologi laku agama akan sangat ditakuti jin, dhemit, gendrowo, syaiton blekathakan. Sang ahli syar"i mungkin akan mudah ditembus santet, karena dia suhu teoritis hukum pengetahuan agama, bukan ahli laku lelakon tirakat.

Gampangnya begini : sang ustad ibarat sarjana teknik mesin universitas top, sedangkan mBah Marijan dan para ahli tarekat ibarat montir bengkel yang dengan sedikit teori tetapi pengalaman laku permesinmobilan sudah pasti ngelothok.


Nah, kalau badan sakit kena santet diibaratkan mobil mogok, maka bukannya sarjana teknik mesin yang faham ngobati, tapi montir pengalaman laku lah yang ahli santet mobil.


Jadi beragama yang kafah itu ya mulai dari teori pengetahuan syariah, dilakoni dengan pengalaman tirakat batin secara kontinu, insyaalloh akan menghasilkan devisa syafaat hikmah agama dalam industri berkah yang mendatangkan devisa umat.